Politik Diferensiasi Budaya

Dalam wacana kebudayaan, politik diferensiasi juga berarti perbincangan mengenai multikulturalisme yang menjadi salah satu agenda terpenting dalam wacana post-modernisme selama 30 tahun terakhir. Perbedaan yang mentoleransi ketidaksamaan, pengakuan bahwa setiap entitas memiliki perbedaan bermain, berdialog, berkomunikasi, dan saling membiarkan atau menghargai secara positif menjadi tema-tema post-modernisme.

Dalam pandangan ini, kebudayaan memang dipahami sebagai sesuatu entitas keberagaman yang menunjukkan diri sebagai keniscayaan dalam pluralisme. Mengutip pernyataan Ubed Abdillah S, multikulturalisme kemudian menjadi suatu kondisi yang tidak terelakkan, karena masing-masing entitas perbedaan dengan sendirinya menghendaki dan mempunyai karakter yang beragam (identitas).

Dalam kaitannya dengan keberagaman budaya yang berarti pula adanya keberagaman makna saat melihat budaya itu dalam wacana post-modernisme terjadi suatu perubahan yang besar dalam peta narasi kebudayaan dunia. Bahwa hasil pembacaan teks-teks kebudayaan sebelumnya bukan merupakan sebuah kesimpulan yang mutlak atau memiliki makna tunggal melainkan merupakan suatu gejala-gejala baru dan memiliki makna baru pula dengan sudut pandang yang berbeda, khas bagaimana seorang individu melihatnya. Hal ini disebabkan pembacaan itu terkait dengan latar belakang individu yang meliputi; bahasa, teologi, geografis, waktu, ruang, pendidikan, kondisi politik, sosial kultural dan sebagainya.

Save

Comments are closed.