Kebudayaan Adalah

Kebudayaan sebagai hasil pergulatan pemikiran manusia sampai saat ini tidak pernah berhenti. Meski demikian, kebudayaan itu tidak bergerak dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi. Candi Borobudur sebagai produk budaya, misalnya, tidak bisa dikatakan merupakan puncak kebudayaan Jawa di masa Dinasti Syailendra, tetapi sebagian besar orang percaya bahwa Candi Borobudur tidak kalah uniknya dengan Piramida di Mesir.

Dengan kata lain, kita tidak bisa membandingkan bahwa kebudayaan “A” lebih baik ketimbang kebudayaan “B” dalam suatu standardisasi. Ini disebabkan kebudayaan suatu tempat memiliki ciri khas (karakter) yang menjadikannya tampak eksotik di mata bangsa lain. Sekaligus memiliki fungsi yang berbeda-beda berdasar di mana ia berada.

Bila melihat sejarahnya, kebudayaan suatu bangsa bukan bergerak lurus seperti yang diungkapkan oleh E.B Taylor yang etnosentris Eropa. Artinya kebudayaan tidak pernah mencapai titik tertingginya sebagai suatu pemikiran manusia. Ia bergerak bebas menurut tiap individu dan sistemnya. Kebudayaan ini tidak dapat diprediksi kemana arahnya.

Save

Comments are closed.