Definisi Kebudayaan Menurut Kaum Kritis

Menurut E.B. Taylor, kebudayaan adalah keseluruhan sistem yang kompleks, di dalamnya termaktub ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Sebagai seorang antropolog aliran Evolusi yang memiliki sifat etnosentrisme Eropa, pengertian kebudayaan Taylor patut dicurigai. Pengertian kebudayaan itu telah berkembang dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi.

Dengan kata lain Taylor ingin mengatakan kebudayaan itu memiliki tingkatan-tingkatan dalam perubahannya. Artinya ia memilah-milah antara kebudayaan tinggi dan kebudayaan rendah. Ia beranggapan orang-orang primitif memiliki kebudayaan yang rendah bila dibandingkan dengan orang-orang yang telah menggunakan teknologi (kebudayaan tinggi).

Dalam Cultural Studies, menurut Raymond Williams, pertama, budaya dapat digunakan untuk mengacu pada “suatu proses umum perkembangan intelektual, spiritual dan estetis.” Artinya kalau kita ingin melihat perkembangan budaya Jawa, kita dapat melihatnya dengan merujuk pada faktor-faktor intelektual, spiritual, estetis para pemikir, seniman, dan penyair-penyair besarnya.

Kedua, menurut Williams, budaya bisa berarti “pandangan hidup tertentu dan masyarakat, periode, atau kelompok tertentu.” Sehingga dalam penelitian yang berbasis cultural studies kita dapat melihat perekembangan sastra, film, hiburan, olah raga dan upacara ritus religiusnya.

Ketiga, Williams menyatakan bahwa budaya pun bisa merujuk pada “karya dan praktik-praktik intelektual, terutama aktivitas artistik.” Teks-teks dan praktik-praktik yang dimaksudkan oleh Williams itu diandaikan memiliki fungsi utama untuk menunjukkan, menandakan (to signify), memproduksi, atau kadang menjadi peristiwa yang menciptakan makna tertentu.

Comments are closed.