Definisi Ideologi dan Sifatnya

Ideologi adalah sistem ide-ide yang diungkapkan dalam komunikasi. Lebih lanjut James Lull dalam bukunya “Media Komuniksi Kebudayaan, Suatu Pendekatan Global” mendefinisikan ideologi adalah pikiran yang terorganisir, yakni nilai, orientasi, dan kecendrungan yang saling melengkapi sehingga membentuk perspektif-perspektif ide yang diungkapkan melalui komunikasi dengan media teknologi dan komunikasi antarpribadi.

Dalam pengertian ini ideologi dapat berlandaskan pada fakta yang dapat dicek kebenarannya dalam sejarah –walau sejarah tidak pernah utuh menyajikan fakta— atau secara empiris. Namun ideologi bisa jadi tidak dapat dibuktikan secara empiris.

Menurut John Storey, ideologi dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana teks-teks dan praktik-praktik budaya tertentu menghadirkan pelbagai citra tentang realitas yang sudah didistorsi atau diselewengkan. Teks-teks dan praktik-praktik itulah yang kemudian memproduksi apa yang disebut sebagai “kesadaran palsu”.

Lebih lanjut mengenai realitas yang distorsi atau diselewengkan ini John menyatakan bahwa,

“Distorsi ini sengaja dibuat untuk memperlancar terwujudnya kepentingan kelompok penguasa dalam mengendalikan sepenuhnya pihak yang lemah. Dengan menggunakan definisi ini, kita menjadi sangat mungkin berbicara tentang ideologi Kapitalisme.

Ideologi yang kuat seperti ideologi kapitalisme melalui sistem ideasi dan mediasi memiliki tendensi untuk disebarluaskan dan dipertahankan. Kemudian mendominasi ideologi yang lemah dan pada akhirnya ideologi lemah tersebut terpinggirkan.

Sementara itu menurut John B. Thompson ideologi hanya dapat dipahami dengan sebagai “ideologi dominan” dimana bentuk-bentuk simbolis dipakai oleh mereka yang memiliki kekuasaan untuk “membangun dan melestarikan hubungan dominasi.”

Baik John Storey maupun Thompson mendefinisikan ideologi ini dari asumsi-asumsi tertenu mengenai konteks lingkungan dimana teks-teks dan praktik-praktik budaya diproduksi. Inilah kemudian kenapa ideologi dinyatakan sebagai alat untuk menyembunyikan realitas sebenarnya, berkaitan dengan dominasi ideologi, yakni realitas dominasi para penguasa dimana klas penguasa tersebut tidak mearsa diri mereka sebagai pemeras atau penindas. Penyangkalan inilah yang menghilangkan realitas klas pekerja dimana mereka menjadi tersubordinasi.

Dalam kajian budaya pop, John yang mengutip Graeme Turner menyatakan bahwa ideologi sebagai kategori konseptual paling penting. Pengertian konsep ideologi seringkali dirumitkan oleh adanya fakta bahwa dalam banyak analisis budaya, konsep ini digunakan untuk menunjuk pada wilayah yang sama dengan budaya dan budaya pop. Sementara istilah-istilah ini tidak sinonim. Dengan demikian ideologi seperti halnya budaya memiliki keberagaman makna.

Sifat ideologi kompleks dan utuh, dapat juga terfragmentasi. Sebagaian bersifat sementara sebagian bertahan lama. Sifat ideologi yang tidak menentu ini dipengaruhi oleh asal-usulnya, asosiasi kelembagaan, dan tujuan, meskipun sejarah dan hubungan-hubungan ini tak akan pernah jelas seluruhnya

Comments are closed.